slider3  slider2

Text here .....

Percobaan new block percobaan new block percobaan new block

Mengenal Alat Utama Sistem Senjata TNI

komando40
Jumat, 12 Desember 2013, merupakan hari pembukaan pameran alat utama sistem senjata yang dimiliki oleh TNI kita. Seluruh kesatuan baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dari semua pangkalan yang ada diwilayah RI turut ambil bagian dalam pameran ini. “Kegiatan ini rutin di adakan agar masyarakat mengetahui bahwa TNI dan perlengkapannya merupakan milik rakyat, selama ini rakyat kurang mengetahui secara jelas apa yang dimiliki oleh alat pertahanan Negara kita. Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan semakin mengetahui secara langsung system senjata yang dimiliki oleh TNI”ungkap Bapak Oscar penanggung jawab perlengkapan senjata dari kesatuan KOPASUS di depan anak-anak SANMAR yang berkunjung distand-nya.

Melalui dinas pendidikan kota Surabaya diharapkan setiap siswa bisa melihat secara langsung kegiatan ini karena dapat menambah wawasan dibidang wawasan kebangsaan pertahanan Negara. Generasi muda saat ini yang akan meneruskan cita-cita bangsa Indonesia. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Staf Angkatan Darat dan turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Timur. Acara terebut akan digelar 6 hari di Kodam Brawijaya Surabaya. (Humas)

Sanmar Smart Contest

SSC3
14-15 November 2013.
Sanmar Smart Contest merupakan metode baru dalam sosialisasi SMA Santa Maria Surabaya. Melalui pendekatan bermain diharapkan informasi yang disampaikan oleh host dapat diterima oleh anak-anak SMP Santa Maria Surabaya. Materi kegiatan ini bersifat rekreatif namun tidak meninggalkan unsur materi pembelajarannya. Ini mengadopsi dari metode pembelajaran yang ada di SMA Santa Maria, kreatif rekreatif efektif. Informasi yang lain adalah memperkenalkan tagline Santa Maria yang baru : “ANAK PINTAR, MASUK SANMAR !”

Testimoni Buat Pahlawanku


Hari Pahlawan merupakan hari bersejarah bagi rakyat Indonesia. Kita bisa mengenang kembali jasa para pahlawan yang telah gugur merebut kemerdekaan. Saat ini kita sebagai seorang pelajar dapat mencontoh pengorbanan para Pahlawan dengan giat belajar. Agar kelak kita dapat meneruskan cita-cita perjuangan para pahlawan untuk membangun bangsa Indonesia menjadi Negara yang adil dan makmur.


Untuk melihat sosok pahlawan tidak perlu jauh-jauh. Saya menganggap bahwa orang tua saya adalah pahlawan, karena mereka sudah berusaha untuk membesarkan saya sampai seperti ini.

Sekolah kebangsaan dalam rangka hari pahlawan

walikota_SekolahKebangsaan
Kamis, 07 November 2013.
Ibu Risma Wali kota Surabaya hadir pada acara SEKOLAH KEBANGSAAN sekaligus sebagai Narasumber dan Motivator dihadapan kurang lebih 500 siswa. Dengan gaya semangat dan atusiasnya Ibu Risma menyampaikan beberapa hal yang terkait dengan makna perjuangan untuk generasi muda saat ini. Generasi muda merupakan tulang punggung Negara. Cita-cita para pahlawan dan pejuang kemerdekaan adalah mewujudkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, sejahtera, dan sederajad dengan bangsa-bangsa lain. Perjuangan jaman dahulu merupakan perjuangan dengan memanggul senjata, fisik dan nyawa taruhannya. Namun perjuangan pada masa sekarang adalah perjuangan mengatasi rasa malas dalam diri generasi muda sekarang. Perjuangan sekarang adalah etos belajar yang tinggi agar setiap pribadi menjadi generasi yang unggul. Perjuangan dimasa sekarang adalah bekerja ekstra keras untuk mencari kreativitas mensejahterakan bangsa. Perjuangan jaman sekarang adalah belajar yang rajin agar generasi sekarang menjadi generasi yang dapat mensejajarkan dengan bangsa lain. Tidak mudah putus asa dalam mengejar cita-cita, pantang menyerah ketika menghadapi hambatan, berani dalam menghadapi tantangan yang menghalangi.

Untuk mengisi kemerdekaan banyak cara yang dapat dilakukan terlebih untuk para generasi muda. Kemerdekaan yang telah bangsa Indonesia raih merupakan proses panjang sebuah perjuangan mengusir penjajah dari bumi Nusantara. Harta, benda bahkan nyawa dipertaruhkan untuk mencapai kemerdekaan yang diinginkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Perjuangan para pahlawan yang telah gugur dimedan pertempuran menjadi catatan sejarah dan sebagai cerminan kegigihan dan keberanian rakyat Indonesia dalam mengusir penjajah. Keberanian mempertaruhkan nyawa dimedan laga dengan semboyan maju terus pantang mundur merupakan jiwa patriot yang dimiliki oleh para pahlawan dan pejuang jaman dahulu. Apakah jiwa patriot dan pemberani tanpa kenal menyerah ada pada generasi muda sekarang ?

Pada kesempatan itu pula diceritakan perjuangan pada masa perang kemerdekaan terutama perang di Surabaya. Bapak Hartoyik merupakan salah satu pejuang yang membeberkan perang yang terjadi di Surabaya. Umur 84 tahun tetap gesit dan bersemangat untuk mengobarkan semangat perjuangan agar generasi muda sekarang mengikutinya. Beliau menjadi saksi sejarah yang bisa menceritakan secara detail bagaimana kisah perjuangan arek-arek Surabaya dalam mengusir penjajah dari bumi Indonesia. (Humas)

Akupunktur & Pijat Refleksi Untuk Masyarakat Sekitar Sekolah.

akupunktur
Minggu, 06 Oktober 2013.
Agenda kegiatan dalam rangka perayaan 150 tahun karya Suster-suster Ursulin di Surabaya adalah pengabdian masyarakat sekitar sekolah. Masyarakat sekitar sekolah adalah bagian dari lingkungan keluargabesarsekolah SANTA MARIA yang patut juga mendapatkan perhatian. Pengobatan akupunktur dan refleksi secara gratis bagi masyarakat ini merupakan salah satu wujud dari perwujudan kasih kepada sesama. Warga yang hadir di ruang Unit Kesehatan Sekolah SMP Santa Maria Surabaya memiliki keluhan sakit yang berbeda-beda.

Antusias masyarakat yang datang merupakan tanda mereka membutuhkan kesembuhan, walaupun terlihat sulit berjalan. Setelah warga mendapatkan proses pengobatan terlihat ada hasilnya ketika salah satu warga diajak bicara dengan panitia. Salah satu harapan dari kegiatan ini adalah masyarakat umum merasakan atas kehadiran para Suster-suster Ursulin yang sudah 150 tahun berkarya di Raya Darmo. Rotary Club Surabaya Metropolitan dan IKNI Jawa Timur turut berkerja sama dalam pengobatan gratis ini. (Humas)

Roadshow Junio JrBl 2013

SANMARJRBL2
Senin, 23 September 2013.
Perhelatan Kompetisi Basket terbesar di Indonesia bulan Oktober ini akan kembali digelar. Kali ini giliran anak-anak SMP yang akan berlaga untuk menunjukan kemampuan terbaiknya dalam bidang olah raga terutama basket. Pada bulan sebelumnya telah digelar babak penyisihan awal untuk memperebutkan tiket kebabak utama. Sedangkan babak utama akan dimulai pada tanggal 04 sampai dengan 26 Oktober 2013 bertempat di DBL Arena Surabaya.

Untuk sosialisasi pelaksanaan JrBL tahun ini dari PT. DBL Indonesia mengadakan Roadshow ke sekolah-sekolah peserta JrBL yang dihadiri seluruh siswa. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mengenalkan Tim Basket Putra, Tim Basket Putri, Tim Dance, Tim Jurnalistik yang akan mengikuti kompetisi. Kesiapan tim-tim yang akan berlaga di JrBL tahun ini tergambar pada ekspresi percaya diri dan optimisme yang tinggi dari para peserta yang tampil didepan seluruh siswa ketika diperkenalkan satu demi satu. Percaya diri dan optimisme untuk memberikan yang terbaik buat sekolah. “Kesiapan tim-tim ini tidak menjadi lengkap bila tidak ada dukungan dari pihak-pihak lain terutama dukungan dari para siswa semua”, salah satu kalimat yang disampaikan Sr. Magdalena Lian, OSU dalam sambutannya.

Sedangkan jadwal pertandingan untuk Tim putra basket SMP Santa Maria Surabaya pada tanggal : 07 Oktober 2013 pukul 13.00, 10 Oktober 2013 pukul 12.00, 17 Oktober 2013 pukul 15.00 dan untuk Tim Putri pada tanggal : 06 Oktober 2013 pukul 11.00, 11 Oktober 2013 pukul 16.30, 13 Oktober 2013 15.00. Penampilan Tim Dance pada saat tim putra dan tim putrid basket bertanding.

Buat keluarga besar Santa Maria : Bapak-Ibu Guru, Karyawan, para siswa-siswi, orang tua, alumni dan seluruh pemerhati Santa Maria mari kita dukung penuh perjuangan Tim Basket, Tim Dance dan Tim Jurnalistik yang akan bertanding, mereka semua sudah mempersiapkan diri dengan maksimal. Harapannya dapat memberikan yang terbaik buat sekolah dan khususnya untuk mengembangkan potensi diri yang mereka miliki. Go Sanmar Go Sanmar Go Sanmar !!!!

SANMAR CUP KE-V 2013.

Dalam rangka 150 tahun karya Ursulin di Surabaya, salah satu kegiatan yang akan diadakan adalah SANMAR CUP V. Kegiatan ini merupakan rutin tiap tahun diadakan, dan tahun ini bersamaan dengan rangkaian kegiatan 150 tahun Ursulin berkaya di Surabaya. Sanmar Cup merupakan media untuk kompetisi dan ekspresi siswa dalam bidang olah raga khususnya FUTSAL. Lewat kegiatan ini diharapkan sarana pembentukan karakter siswa melalui sebuah ajang kompetisi. Sportivitas dan persaudaraan akan menjadi tujuan utama dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Berani mengakui keunggulan lawan, tetap rendah hati jika meraih kemenangan merupakan nilai-nilai hidup yang akan diwujudkan melalui kegiatan ini.

Sanmar Cup V ini akan diikuti dari SD, SMP, SMA se-Surabaya dan sekitarnya dan akan memperebutkan Piala Bergilir dan sejumlah hadiah lainnya. Harapannya kedepan dengan adanya kegiatan ini, minat dan bakat anak-anak dalam bidang olah raga terutama FUTSAL akan semakin berkembang melalui kompetisi ini dan kegiatan ini akan tetap terselenggara pada tahun-tahun mendatang. Tentunya kegiatan ini perlu dukungan dari semua pihak terutama sekolah-sekolah peserta dan sponsor.

Pelaksanaan kegiatan untuk tingkat SMA akan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2013 sampai 03 Oktober 2013 pukul 14.00-17.00 Wib. Untuk tingkat SMP akan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2013 sampai dengan 03 Oktober 2013 pukul 14.00-17.00 Wib. Kemudian untuk tingkat SD akan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2013 sampai dengan 03 Oktober 2013 pukul 07.30 sampai 12.00 Wib. Masing-masing tingkat sudah terdaftar 16 tim dari SD, SMP, SMA.
SELAMAT BERTANDING UNTUK PESERTA SANMAR CUP V !!!

Apresiasi Guru 2013

Minggu, 1 September 2013 di balai kota Surabaya digelar kegiatan Apresiasi Guru tahun 2013. Kegiatan ini mengambil tema : Dengan semangat profesionalisme menuju Surabaya sebagai Barometer pendidikan nasional. Acara ini dihadiri pejabat pemerintah kota Surabaya : Wali Kota Surabaya, Ketua DPRD Kota Surabaya serta jajarannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya sebagai Ketua panitia beserta jajarannya. Balai kota sejak pukul 05.00 sudah dipadati para undangan yang akan menghadiri acara tersebut. Guru-guru perwakilan dari masing-masing sekolah yang berada di Surabaya bersemangat dalam mengikuti acara ini.

Tiap sekolah mendapatkan lima undangan untuk mengikuti acara tersebut. Kelima guru yang mewakili sekolah adalah Dra. Margaretha Sri Rahayu, Dra. Agnes Niken Pusporini, Yuliana Ratna Indarti, S. Pd, Bernard Noweng, S. Pd, dan B. Kusdinarto, S. Pd. Pukul 06.00 acara dimulai dengan parade dari sekolah-sekolah berprestasi se-Surabaya. Kemudian parade Kepala Sekolah untuk sekolah-sekolah berprestasi. Para guru penerima penghargaan ditingkat kota, propinsi, nasional dan internasional. Parade dari tiap-tiap sekolah menampilkan keunikan busananya masing-masing. Antusias Wali Kota Surabaya dalam mengapresiasi parade terlihat berdiri dan melambaikan tangannya terus selama parade berlangsung.

Keunggulan para Guru di Surabaya sangat beragam, salah satunya adalah gabungan guru seni dari SD, SMP, SMA & SMK yang menyuguhkan tari ngremo bersama. Kesatuan guru terlihat dari gabungnya guru-guru tersebut mencerminkan bahwa guru Surabaya memiliki persatuan yang kuat. Meskipun dalam penampilan tarian tersebut harus terhenti karena mati lampu, namun tetap tampil dengan baik. Goyang YKS mengajak para guru untuk bergoyang bersama.

Puncak dari acara tersebut adalah sambutan Ibu Wali Kota Surabaya yang dilanjutkan dengan pelepasan balon ke udara, melepas burung-burung. Ibu Risma dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga terhadap para guru yang ada diSurabaya karena memiliki banyak prestasi dan keunggulan-keunggulan baik ditingkat propinsi, nasional sampai tingkat internasional. Modal ini menurut Ibu Risma menjadi modal utama untuk menjadikan Surabaya sebagai Barometer pendidikan nasional.

Dengan teteg, tatag dan tutug berani berusaha untuk mencapai tujuan bersama yaitu menjadikan Surabaya sebagai Barometer pendidikan nasional. Pelepasan balon ke udara mengandung harapan keinginan yang tinggi yang kita bisa raih bersama, serta melepaskan burung merupakan kebebasan dalam mencapai tujuan dan menentukan pilihannya. Kebebasan berkreatifitas untuk mewujudkan keinginan arah tujuan pendidikan di kota Surabaya. (Humas)

Rekoleksi “Menjadi Pioneer Seperti Santa Angela”

Kamis 22 Agustus 2013, tampak barisan anak-anak berseragam serviam duduk rapi dan tenang di aula SMP Santa Maria Surabaya. Tampak juga seorang wanita paruh-baya berpakaian rapi biru tua dan putih yang tak lain adalah Suster Magriet, seorang suster kreatif nan inspiratif.

Pada hari tersebut dilaksanakan rekoleksi siswa-siswi kelas 8 . Rekoleksi tersebut mengusung tema “Mengenal Lebih Dalam Santa Angela”. Suster Magriet dengan mudah melontarkan kata-kata indah yang membuat para murid tertarik dengan kisah Santa Angela ini.

Santa Angela yang dilahirkan tanggal 21 Maret 1474 di kota Desenzano Italia ini memberikan inspirasi kepada kaum perempuan untuk mengikuti jejaknya. Gadis sederhana dan peduli pada masalah-masalah sosial terutama kemiskinan dan wabah penyakit ini, akhirnya Santa Angela meninggal pada tanggal 27 Januari 1540. Tahun 1807 Santa Angela dinyatakan sebagai orang kudus oleh Paus Pius VII.

Suster Magriet menampilkan berbagai slideshow yang membahas tentang perjalanan Santa Angela, mulai dari kisah hidupnya yang menyentuh hati hingga tubuh Santa Angela yang masih utuh hingga sekarang ini. Pada slideshow, tampak gambar-gambar yang menarik terkait Santa Angela. Siswa-siswi kelas 8 pun semakin tertarik dengan kisah Santa Angela tersebut. Selain itu, Suster Magriet juga menegaskan salah satu nilai moral yang dapat dipetik dari Santa Angela, yaitu “Menjadi Pioneer”. Suster Magriet mengajak siswa-siswi untuk menjadi berani untuk memimpin dan menjadi pioneer, seperti Santa Angela. Dengan rekoleksi ini diharapkan siswa meneladani apa yang dilakukan oleh Santa Angela itu sendiri. Hidup penuh peduli terhadap orang-orang lemah dan yang membutuhkan. Berani terhadap segala resiko yang menghadang dijalan, meskipun banyak rintangan dan cobaan.

Tidak hanya sekedar menceritakan kisah Santa Angela, Suster Magriet juga mengajak siswa siswi untuk melantunkan lagu-lagu pujian, tentu dengan tidak segan para siswa-siswi ikut menyanyi perlahan-lahan meskipun mereka tidak tahu lagu yang dinyanyikan. Tetapi dalam waktu yang singkat, anak-anak dapat mengikuti alunan lagu dengan baik. (Humas)