slider3  slider2

Text here .....

Percobaan new block percobaan new block percobaan new block

Apresiasi Guru 2013

Minggu, 1 September 2013 di balai kota Surabaya digelar kegiatan Apresiasi Guru tahun 2013. Kegiatan ini mengambil tema : Dengan semangat profesionalisme menuju Surabaya sebagai Barometer pendidikan nasional. Acara ini dihadiri pejabat pemerintah kota Surabaya : Wali Kota Surabaya, Ketua DPRD Kota Surabaya serta jajarannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya sebagai Ketua panitia beserta jajarannya. Balai kota sejak pukul 05.00 sudah dipadati para undangan yang akan menghadiri acara tersebut. Guru-guru perwakilan dari masing-masing sekolah yang berada di Surabaya bersemangat dalam mengikuti acara ini.

Tiap sekolah mendapatkan lima undangan untuk mengikuti acara tersebut. Kelima guru yang mewakili sekolah adalah Dra. Margaretha Sri Rahayu, Dra. Agnes Niken Pusporini, Yuliana Ratna Indarti, S. Pd, Bernard Noweng, S. Pd, dan B. Kusdinarto, S. Pd. Pukul 06.00 acara dimulai dengan parade dari sekolah-sekolah berprestasi se-Surabaya. Kemudian parade Kepala Sekolah untuk sekolah-sekolah berprestasi. Para guru penerima penghargaan ditingkat kota, propinsi, nasional dan internasional. Parade dari tiap-tiap sekolah menampilkan keunikan busananya masing-masing. Antusias Wali Kota Surabaya dalam mengapresiasi parade terlihat berdiri dan melambaikan tangannya terus selama parade berlangsung.

Keunggulan para Guru di Surabaya sangat beragam, salah satunya adalah gabungan guru seni dari SD, SMP, SMA & SMK yang menyuguhkan tari ngremo bersama. Kesatuan guru terlihat dari gabungnya guru-guru tersebut mencerminkan bahwa guru Surabaya memiliki persatuan yang kuat. Meskipun dalam penampilan tarian tersebut harus terhenti karena mati lampu, namun tetap tampil dengan baik. Goyang YKS mengajak para guru untuk bergoyang bersama.

Puncak dari acara tersebut adalah sambutan Ibu Wali Kota Surabaya yang dilanjutkan dengan pelepasan balon ke udara, melepas burung-burung. Ibu Risma dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga terhadap para guru yang ada diSurabaya karena memiliki banyak prestasi dan keunggulan-keunggulan baik ditingkat propinsi, nasional sampai tingkat internasional. Modal ini menurut Ibu Risma menjadi modal utama untuk menjadikan Surabaya sebagai Barometer pendidikan nasional.

Dengan teteg, tatag dan tutug berani berusaha untuk mencapai tujuan bersama yaitu menjadikan Surabaya sebagai Barometer pendidikan nasional. Pelepasan balon ke udara mengandung harapan keinginan yang tinggi yang kita bisa raih bersama, serta melepaskan burung merupakan kebebasan dalam mencapai tujuan dan menentukan pilihannya. Kebebasan berkreatifitas untuk mewujudkan keinginan arah tujuan pendidikan di kota Surabaya. (Humas)