slider3  slider2

Text here .....

Percobaan new block percobaan new block percobaan new block

Rekoleksi “Menjadi Pioneer Seperti Santa Angela”

Kamis 22 Agustus 2013, tampak barisan anak-anak berseragam serviam duduk rapi dan tenang di aula SMP Santa Maria Surabaya. Tampak juga seorang wanita paruh-baya berpakaian rapi biru tua dan putih yang tak lain adalah Suster Magriet, seorang suster kreatif nan inspiratif.

Pada hari tersebut dilaksanakan rekoleksi siswa-siswi kelas 8 . Rekoleksi tersebut mengusung tema “Mengenal Lebih Dalam Santa Angela”. Suster Magriet dengan mudah melontarkan kata-kata indah yang membuat para murid tertarik dengan kisah Santa Angela ini.

Santa Angela yang dilahirkan tanggal 21 Maret 1474 di kota Desenzano Italia ini memberikan inspirasi kepada kaum perempuan untuk mengikuti jejaknya. Gadis sederhana dan peduli pada masalah-masalah sosial terutama kemiskinan dan wabah penyakit ini, akhirnya Santa Angela meninggal pada tanggal 27 Januari 1540. Tahun 1807 Santa Angela dinyatakan sebagai orang kudus oleh Paus Pius VII.

Suster Magriet menampilkan berbagai slideshow yang membahas tentang perjalanan Santa Angela, mulai dari kisah hidupnya yang menyentuh hati hingga tubuh Santa Angela yang masih utuh hingga sekarang ini. Pada slideshow, tampak gambar-gambar yang menarik terkait Santa Angela. Siswa-siswi kelas 8 pun semakin tertarik dengan kisah Santa Angela tersebut. Selain itu, Suster Magriet juga menegaskan salah satu nilai moral yang dapat dipetik dari Santa Angela, yaitu “Menjadi Pioneer”. Suster Magriet mengajak siswa-siswi untuk menjadi berani untuk memimpin dan menjadi pioneer, seperti Santa Angela. Dengan rekoleksi ini diharapkan siswa meneladani apa yang dilakukan oleh Santa Angela itu sendiri. Hidup penuh peduli terhadap orang-orang lemah dan yang membutuhkan. Berani terhadap segala resiko yang menghadang dijalan, meskipun banyak rintangan dan cobaan.

Tidak hanya sekedar menceritakan kisah Santa Angela, Suster Magriet juga mengajak siswa siswi untuk melantunkan lagu-lagu pujian, tentu dengan tidak segan para siswa-siswi ikut menyanyi perlahan-lahan meskipun mereka tidak tahu lagu yang dinyanyikan. Tetapi dalam waktu yang singkat, anak-anak dapat mengikuti alunan lagu dengan baik. (Humas)