slider3  slider2

Text here .....

Percobaan new block percobaan new block percobaan new block

Sosialisasi Program Live-in Terhadap Orang Tua Siswa.

“Perubahan yang sangat pesat terjadi dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini yang merupakan ciri/karakter dinamika di abad ini sebagai abad informasi. Seiring dengan perubahan tersebut, lembaga pendidikan memiliki peranan penting dalam membantu mempersiapkan peserta didik agar mampu hidup secara produktif di tengah masyarakat dengan berbagai permasalahan  yang dihadapinya. Salah satu cara untuk mewujudkan usaha tersebut yaitu dengan memperbaiki atau mengubah paradigma pembelajaran yang ada sebelumnya dan kecenderungannya bersifat teoritis belaka dengan paradigma pembelajaran yang bertujuan membekali anak dengan kemampuan memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Salah satu model pembelajaran yang tepat untuk hal tersebut adalah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual.” ungkap Yohanes Wahyu Agung Widodo dalam memberikan pengantar sosialisasi Live-in untuk orang tua.

Ditambahkan pula penjelasannya “Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengawali, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil (produk) atau hanya menekankan pada penanaman konsep. Dalam pendekatan kontekstual yang ditekankan adalah siswa mampu mengembangkan kecakapan-kecakapan yang berguna untuk menghadapi permasalahan dalam kehidupannya. Kecakapan ini sering disebut dengan Life Skills, Kecakapan hidup atau Life Skills adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya.

Sr. Magdalena Lian, OSU, M. Pd. dalam memberikan peneguhan diawali dengan nasehat Santa Angela “Tidaklah cukup memulai bila tanpa ketahanan” (Regula Prakata 11). Sebuah cita-cita yang baik tidak akan dapat dicapai tanpa adanya perjuangan dan kerja keras. Hal lain sebagai bahan peneguhan adalah kelayakan tempat yang akan ditempati untuk live-in adalah kelayakan untuk ukuran orang desa yang semuanya masih sederhana dan tradisional. Penjelasan ini merupakan akhir dari peneguhan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah.