slider3  slider2

Text here .....

Percobaan new block percobaan new block percobaan new block

Guru pengawas

Kunjungan Suster ROMA di kampus Santa Maria Surabaya

Selasa 5 September 2017 Kampus Santa Maria Surabaya mendapat kunjungan tamu istimewa dari negara Roma.
Sr.Ann Marie dan Sr.Moekti Gondosasmito adalah tamu yang dimaksudkan. Beliau berdua merupakan suster Ursulin Dewan Uni Eropa. Kunjungan beliau berdua merupakan kunjungan rutin setiap 6 tahun sekali pada sekolah-sekolah Ursulin sedunia. Kampus Santa Maria Surabaya merupakan  kunjungan terakhir dari rangkaian kunjungan sekolah Ursulin di seluruh dunia.

Kedatangan Sr.Ann Marie dan Sr.Moekti Gondosasmito di Kampus Santa Maria Surabaya disambut hangat oleh segenap warga kampus. Sr.Caecilia Marijanti (Ketua 3 yayasan Paratha Bakti) dan Kepala sekolah Tk, SD, SMP, SMA Santa Maria mendampingi tamu terhormat dari Roma tersebut untuk menyambangi setiap unit.

Di unit SMP kedatangan Sr.Marie dan Sr.Moekti Gondosasmito beserta rombongan disambut dengan berbagai acara, antara lain pedang pora pramuka, nyanyian, dan tari, serta pemberian bunga.

DSC05769aDSC05990aDSC06003aIMG_0027a

IMG_0037a

Prestasi Siswa Sanmar Fest 25-26 Agustus 2017

21105741_10207839560225871_6609538243812213086_n

Lomba Debat :
Juara 1 :

  1. Angelica Milano  9A/3
  2. Sheila Monica 9A
  3. Michelle Hana 9D

Juara 3 :

  1. Angela Ana Clemence Lesmana 8E/3
  2. Joceline Sonia 8A/21
  3. Chrestella Angelica 9D

Lomba Logic :
Juara 1 :

  1. Edward Christaldo 8D/9
  2. Devon Leonardo 8E/9
  3. Nathan Adhitya 8E/31

Juara 3 :

  1. Cathlyn 9A/8
  2. Margarette Nicole Yasinta 9A/28
  3. Gladys Ezzaquira Surya 9B/18

Lomba Fotografi
Juara 1 :

  1. Bonifacious Ryan A 8E/5
  2. Edward Susanto 8B/14

Lomba bahasa Inggris
Juara 2:

  1. Gabriella Angelica 9A/18
  2. Savio Enoson 9E/28
  3. Axel Jostanto 8A/10

Form Data Sidik Jari

https://goo.gl/forms/mJnvI8YaIwXa4DzR2

Petunjuk pengisian form :

  1. Email diisi email orang tua jika ada / email siswa
  2. Nama & Nama Siswa diisi lengkap
  3. NIS diisi nomor induk siswa sekolah (lihat di daftar nama)
  4. Nomor telepon orang tua boleh ayah / ibu
  5. Pekerjaan orang tua diisi salah satu saja jika keduanya bekerja
  6. Alamat diisi sesuai yang ditempati saat ini
  7. Send me a copy of my responses & I am not robot harap diklik
  8. Jika data sudah terisi semua klik submit
  9. Pilihlah gambar pada Capta sesuai dengan sesuai pernyataan
  10. Klik Kirim

 

 

 

PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH

Foto Kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah

 

 

Peristiwa 10 November

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

 

Kronologi Penyebab Peristiwa.

Kedatangan Tentara Jepang.
Tanggal 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian tanggal 8 Maret 1942, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan Perjanjian Kalijati. Setelah penyerahan tanpa syarat tersebut, Indonesia secara resmi diduduki oleh Jepang.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Dalam kekosongan kekuasaan asing tersebut, Soekarno kemudian memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Kedatangan Tentara Inggris dan Belanda.
Setelah kekalahan pihak Jepang, rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Tentara Inggris datang ke Indonesia tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) atas keputusan dan atas nama Blok Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris untuk tujuan tersebut. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan pemerintahan NICA.

Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya.
Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia, gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial, sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.

Hote-orange

Kematian Brigadir Jenderal Mallaby.
Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda. Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan bersenjata di Surabaya tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.30. Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya, dan terbakarnya mobil tersebut terkena ledakan granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. Kematian Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh untuk mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA.

10 November 1945.
Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat TKR juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar, yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang.

SurabayaWar

Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari laut dan darat. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut, baik meninggal maupun terluka.

Bung_Tomo